Garda Rakyat Nusantara.Online,Bitung – Kepolisian Resor (Polres) Bitung berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku tawuran yang terjadi di kawasan pertigaan Sari Kelapa – Empang, Kota Bitung, setelah video aksi bentrokan tersebut viral di media sosial.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H. dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa insiden tawuran tersebut melibatkan dua kelompok pemuda dari wilayah Sari Kelapa dan Empang yang saling serang menggunakan berbagai benda berbahaya.
“Berdasarkan video yang viral di media sosial pada tanggal 8 Maret sekitar pukul 07.00 pagi, terlihat sekelompok anak muda melakukan perkelahian menggunakan batu, katapel, panah wayer dan benda lainnya,” ujar Kapolres.
Setelah menerima informasi dan melakukan penyelidikan, aparat kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan 17 orang, yang terdiri dari 10 orang dari kelompok Sari Kelapa dan 7 orang dari kelompok Empang.
Kapolres mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku yang diamankan masih berusia sangat muda. Bahkan, beberapa di antaranya masih berstatus anak di bawah umur.
“Rata - rata usia mereka masih sangat muda, ada yang berumur 14 dan 15 tahun, namun ada juga yang sudah dewasa sekitar 23 tahun. Mayoritas yang diamankan masih anak-anak di bawah umur,” jelasnya.
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi tawuran tersebut, di antaranya lembaran seng, selimut yang digulung, serta panah wayer.
Kapolres menjelaskan bahwa pihak kepolisian sebenarnya telah melakukan pemantauan sejak malam hari di lokasi yang kerap menjadi titik rawan berkumpulnya para remaja. Namun para pelaku diduga memanfaatkan celah saat pergantian personel penjagaan.
“Kami sudah melakukan pengamanan dari malam hingga pagi. Namun saat pergantian anggota, mereka memonitor pergerakan sehingga terjadi sedikit keterlambatan dalam penanganan,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, Polres Bitung berencana mendirikan pos pengamanan di lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya para remaja dari kedua wilayah tersebut.
Kapolres juga menegaskan bahwa konflik yang berujung tawuran tersebut dipicu oleh masalah sepele, yakni saling ejek dan ketersinggungan melalui media sosial yang kemudian berkembang menjadi ajakan untuk berkumpul dan melakukan perkelahian.
“Permasalahan ini sebenarnya hanya masalah kecil, yaitu saling ejek di media sosial yang kemudian memicu mereka saling mengundang teman - temannya hingga terjadilah tawuran,” ungkap Kapolres.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua guna memberikan pembinaan kepada para remaja yang terlibat.
“Tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Kita harus melibatkan semua pihak, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar anak - anak ini bisa mendapatkan pembinaan dan tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.
Kapolres Bitung juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak khawatir terhadap situasi keamanan di Kota Bitung. Pihaknya memastikan bahwa kepolisian akan terus meningkatkan pengamanan demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“ Kami dari Polres Bitung menjamin keamanan Kota Bitung. Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada untuk menjaga kota ini tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi kenakalan remaja atau potensi konflik di lingkungan masing - masing, sehingga dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
(Hs)



Posting Komentar