Garda Rakyat Nusantara.Online, Manado/Sulut - Sekretaris Jenderal LSM Kibar Nusantara Merdeka, Yohanes Missah, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Sulawesi Utara Irjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie., S.I.K., M.H., serta Dirres PPA dan PPO Polda Sulut Kombes Pol. Nonie Johana Sengkey.S.P.,M.Si., bersama jajaran Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang ( PPO ) Polda Sulut atas kinerja cepat dan responsif dalam menangani kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Sulawesi Utara.
Menurut Yohanes, langkah cepat Kapolda Sulut dalam menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan pengiriman calon korban TPPO ke luar negeri menunjukkan komitmen kuat kepolisian dalam melindungi warga dari kejahatan perdagangan orang yang semakin marak dengan berbagai modus perekrutan.
“Kami dari LSM Kibar Nusantara Merdeka memberikan apresiasi setinggi - tingginya kepada Kapolda Sulawesi Utara, Irjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K, M.H, atas kepemimpinan dan respons cepat dalam mengawal penanganan kasus ini.
Ini bukti nyata bahwa jajaran Polda Sulut hadir untuk melindungi masyarakat dan tidak memberi ruang bagi pelaku TPPO,” ujar Yohanes.
Ia menilai kesigapan aparat dalam mendalami laporan serta melakukan langkah pencegahan merupakan bentuk nyata perlindungan negara terhadap warganya, khususnya masyarakat yang rentan menjadi korban perdagangan orang dengan iming - iming pekerjaan di luar negeri.
Yohanes Missah juga memberikan penghargaan khusus kepada Direktorat PPA dan PPO Polda Sulut yang dipimpin Kombes Pol. Nonie Johana Sengkey, S.P., M.Si.,beserta seluruh jajaran yang dinilai bekerja cepat, profesional, dan humanis dalam menangani para korban serta mendalami jaringan yang diduga terlibat.
“Kami mengapresiasi Direktorat PPA/PPO Polda Sulut yang bersama timnya menunjukkan profesionalisme dalam penanganan kasus TPPO. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum, tetapi juga perlindungan dan pemulihan bagi para korban,” lanjutnya.
Lebih jauh, Yohanes Missah menegaskan bahwa keberhasilan aparat dalam mencegah dugaan pengiriman calon korban TPPO harus menjadi momentum penguatan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat sipil.
Ia berharap langkah tegas dan cepat dari Polda Sulut dapat menjadi peringatan keras bagi jaringan perdagangan orang.
“Kami berharap pengungkapan dan pencegahan ini terus berlanjut hingga ke akar jaringan. Jangan sampai ada lagi warga Sulawesi Utara yang menjadi korban.
LSM Kibar Nusantara Merdeka siap mendukung dan bersinergi dengan Polda Sulut dalam upaya pencegahan serta edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri yang tidak jelas prosedurnya dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi perekrutan mencurigakan.
“Peran masyarakat sangat penting. Dengan kepemimpinan Kapolda Sulut dan kinerja Dirres PPA/PPO yang responsif, kami optimistis upaya pemberantasan TPPO di Sulawesi Utara dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkas Yohanes Missah.
Diketahui, penyidik Direktorat PPA/PPO Polda Sulut juga telah menahan dua orang tersangka terkait kasus TPPO dengan tujuan Papua dan Kamboja.
Berdasarkan data yang dihimpun, Sulawesi Utara saat ini menempati peringkat kedua secara nasional dalam kasus perdagangan orang, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan penindakan yang lebih masif dari seluruh pihak, " Tutup Missah
( Hs )

Posting Komentar