MANADO, GardaRakyatNusantara.Online — Peringatan Hari Pengayoman ke-81 bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan berbasis teknologi, jajaran Balai Pelatihan Hukum (Bapelkum) Bitung meneguhkan komitmennya untuk ikut mendorong terwujudnya pelayanan hukum yang lebih dekat, responsif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Komitmen tersebut terlihat saat Kepala Bapelkum Bitung, Sudarsono, bersama jajaran menghadiri upacara peringatan Hari Pengayoman ke-81 yang dipusatkan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Utara, Manado, Selasa (19/8/2026).
Mengusung tema “Transformasi Digital untuk Pelayanan Hukum yang Mengayomi dan Berdampak”, peringatan tahun ini menempatkan transformasi pelayanan dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian penting dalam menghadirkan pelayanan hukum yang semakin mudah diakses masyarakat.
Kepala Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Utara, Hendrik Pagiling, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas.
Dalam amanat tersebut ditekankan bahwa hukum harus hadir secara nyata di tengah masyarakat. Hukum tidak semestinya hanya dipahami sebagai kumpulan aturan, tetapi harus mampu memberikan kepastian, perlindungan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Semangat itu kemudian diperkuat melalui pesan “PASTI Ada Solusi”. Pesan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi budaya kerja yang diterapkan seluruh jajaran Kementerian Hukum.
Artinya, setiap persoalan yang disampaikan masyarakat harus mendapatkan respons yang tepat, dengan mengedepankan upaya mencari jalan keluar, menyelesaikan permasalahan, serta menghadirkan negara melalui pelayanan hukum yang nyata.
Memasuki usia ke-81, Kementerian Hukum juga didorong untuk memastikan transformasi kelembagaan membawa perubahan positif terhadap pola kerja dan kualitas pelayanan. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu membuat layanan semakin dekat, efektif, mudah, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Momentum tersebut juga diwarnai dengan penyampaian solidaritas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana. Kepedulian tersebut menjadi bagian dari semangat Pengayoman, bahwa pengabdian bukan hanya diwujudkan melalui pelayanan administratif dan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Usai pelaksanaan upacara, Kepala Bapelkum Bitung, Sudarsono, menyampaikan bahwa Hari Pengayoman ke-81 menjadi momentum untuk kembali memperkuat tekad jajaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia di bidang hukum.
Menurutnya, peningkatan kompetensi dan inovasi menjadi bagian penting agar pelayanan yang diberikan mampu mengikuti kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.
> “Kami menjadikan momentum Hari Pengayoman ke-81 ini sebagai pengingat untuk terus meningkatkan kualitas SDM Hukum, kompetensi, dan inovasi dalam memberikan pelayanan yang semakin responsif dan berdampak,” ujar Sudarsono.
Bagi Bapelkum Bitung, semangat Hari Pengayoman tidak berhenti pada peringatan. Momentum tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kapasitas aparatur dan mendukung transformasi pelayanan hukum sehingga semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Peringatan Hari Pengayoman ke-81 di Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Utara akhirnya menjadi pengingat bahwa pelayanan hukum harus terus bergerak menuju pola yang cepat, mudah, responsif, solutif, dan memberikan manfaat nyata.
Dengan semangat tersebut, transformasi digital diharapkan bukan hanya menghadirkan perubahan pada sistem pelayanan, tetapi juga semakin mendekatkan hukum dengan masyarakat yang membutuhkan kepastian, perlindungan, dan solusi.
(Red_FRT)
GardaRakyatNusantara.Online — Mengawal Informasi, Mengedepankan Fakta.
Posting Komentar