Garda Rakyat Nusantara.Online, Bitung – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Laut Maluku pada Kamis pagi (2/4/2026) mulai dirasakan di Kota Bitung.
Selain dirasakan oleh masyarakat, guncangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada salah satu rumah ibadah, yakni Gereja GMIM Efrata 1 Bitung Timur.
Dari hasil pemantauan di lokasi, bangunan gereja mengalami kerusakan pada bagian plafon serta dinding.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan jemaat, terutama terkait keselamatan saat pelaksanaan ibadah ke depan.
Jemmy Timbuleng, SH, yang mewakili jemaat dan Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ), menyampaikan bahwa kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kota Bitung.
“Kami sangat berharap adanya perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah terkait kerusakan gereja akibat gempa ini.
Keselamatan jemaat adalah yang utama, sehingga perlu ada peninjauan dan perbaikan secepatnya,” ujar Jemmy Timbuleng, SH, yang juga menjabat sebagai penatua (Pnt) di GMIM Efrata 1 Bitung Timur.
Ia menambahkan, selain mengganggu kenyamanan beribadah, kerusakan pada struktur bangunan juga berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani.
Jemaat pun berharap pemerintah dapat segera turun langsung melakukan pengecekan serta memberikan perhatian khusus, agar aktivitas ibadah dapat kembali berjalan dengan aman dan lancar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana, khususnya dalam memastikan keamanan fasilitas umum, termasuk rumah ibadah yang digunakan masyarakat.
Penulis : Hais

Posting Komentar