BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Karhutla Mengintai, Kapolres Arie dan Wali Kota Hengky Satukan Kekuatan! TNI-Polri dan Lintas Instansi Siaga Jaga Bitung


Karhutla Mengintai, Kapolres Arie dan Wali Kota Hengky Satukan Kekuatan! TNI-Polri dan Lintas Instansi Siaga Jaga Bitung

BITUNG – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tak boleh dianggap sebelah mata. Pesan tegas itu mengemuka dalam Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Kota Bitung, Kamis (3/9/2026).

Di tengah meningkatnya kebutuhan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., bersama Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., hadir dalam apel yang digelar di Lapangan Sari Cakalang, Kelurahan Madidir Weru, Kecamatan Madidir.

Bukan sekadar apel biasa. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa menghadapi potensi Karhutla membutuhkan kekuatan bersama, kesiapan personel dan koordinasi tanpa sekat antarinstansi.

Wali Kota Bitung Hengky Honandar memimpin apel, sementara Kapolres Arie hadir bersama unsur TNI-Polri, Forkopimda, pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait.

Barisan lintas instansi tersebut menjadi gambaran kesiapan Kota Bitung untuk menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan sekaligus memperkuat langkah pencegahan sejak dini.

Kapolres Arie: Jangan Tunggu Api Membesar

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho menegaskan, menghadapi Karhutla tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah berkobar.

Pencegahan dan kesiapsiagaan harus menjadi garis depan.

Menurutnya, keberhasilan penanganan Karhutla sangat bergantung pada kekuatan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait hingga masyarakat.

“Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait dan masyarakat. Dengan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik, kita dapat melakukan langkah cepat apabila terjadi kebakaran,” ujar Kapolres.

Pesan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa respons cepat tidak bisa dibangun secara mendadak. Personel harus siap, peralatan harus tersedia, komunikasi harus berjalan dan koordinasi harus sudah terbentuk sebelum situasi darurat terjadi.

Karena ketika api mulai menjalar, setiap detik menjadi sangat berharga.

Masyarakat Diminta Tak Jadi Penonton

Kapolres Arie juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla.

Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan tidak membiarkan potensi kebakaran berkembang tanpa laporan.

“Kami mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran. Apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditangani,” tambahnya.

Keterlibatan masyarakat menjadi mata rantai penting dalam sistem deteksi dini. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang potensi kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.

Satu Barisan, Satu Komitmen

Apel yang melibatkan Pemkot Bitung, Polres Bitung, TNI, Forkopimda dan lintas instansi terkait tersebut memperlihatkan satu pesan penting: menghadapi potensi Karhutla bukan pekerjaan satu lembaga.

Dibutuhkan satu barisan dengan koordinasi yang kuat.

Dari kesiapan personel hingga sarana dan prasarana, peralatan pemadaman, sistem komunikasi serta pola koordinasi menjadi bagian yang harus dipastikan dalam menghadapi kondisi darurat.

Bagi Kota Bitung, kesiapsiagaan tersebut bukan hanya soal memadamkan api ketika bencana terjadi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana mencegah api muncul, mendeteksi potensi ancaman sedini mungkin dan bergerak cepat ketika situasi membutuhkan penanganan.

Kehadiran Kapolres Arie dan Wali Kota Hengky bersama unsur TNI-Polri serta lintas instansi dalam apel ini menjadi sinyal kuat bahwa potensi Karhutla harus dihadapi dengan kesiapan dan kebersamaan.

Bitung tidak boleh lengah. Pencegahan diperkuat, koordinasi dipadatkan, respons cepat disiapkan.

Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di wilayah Kota Bitung berlangsung aman, tertib dan lancar.


(Red_FRT) 

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
GARDA RAKYATNUSANTARA
Suara Kebenaran untuk Nusantara