MANADO, GardaRakyatNusantara.Online – Kekeringan yang berlangsung selama tiga bulan tanpa hujan mulai membebani kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan Kota Manado, Sulawesi Utara. Sumur-sumur warga yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari dilaporkan mengalami keterbatasan air bersih akibat tercampur air laut.
Merespons kondisi tersebut, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M., bersama Wali Kota Manado Andrei Angouw turun langsung menyalurkan bantuan sebanyak 68.000 liter air bersih kepada masyarakat di Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Rabu (21/10/2026).
Langkah ini menjadi upaya membantu warga memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Sulut, Kapolresta Manado, serta jajaran Bhayangkari.
Sumur Tercampur Air Laut, Warga Kesulitan Mendapatkan Air Layak Konsumsi
Kekeringan yang terjadi bukan sekadar persoalan berkurangnya persediaan air. Kondisi geografis wilayah kepulauan turut menjadi tantangan bagi warga dalam memperoleh air bersih dengan harga terjangkau.
Menurut keterangan yang disampaikan Kapolda Sulut, informasi mengenai kondisi masyarakat diperoleh setelah pihaknya berdialog dengan kepala lingkungan setempat. Selama kurang lebih tiga bulan tanpa hujan, ketersediaan air di sumur warga semakin terbatas karena tercampur air laut.
“Kita melihat di Pulau Siladen ini, selama musim kemarau berlangsung, tadi saya berdialog dengan kepala lingkungan, sudah 3 bulan tidak turun hujan, sumur-sumur yang ada terbatas air bersihnya karena tercampur air laut. Ini kita coba bantu memfasilitasi kebutuhan air bersih khusus untuk konsumsi,” ujar Irjen Pol Yudo Hermanto.
Pernyataan tersebut menggambarkan persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat kepulauan ketika sumber air setempat tidak lagi dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Di tengah kondisi itu, distribusi air bersih menjadi langkah penting untuk membantu menjaga ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat, terutama selama curah hujan belum kembali normal.
Bantuan 68 Ribu Liter, Pasokan Diperkirakan Cukup untuk 10 Hari
Dalam penyaluran tersebut, Polda Sulut bersama Pemerintah Kota Manado mendistribusikan total 68.000 liter air bersih. Kapolda menjelaskan bahwa distribusi disesuaikan dengan jumlah penduduk dan kapasitas penampungan air yang tersedia di lokasi.
Dengan kapasitas tangki penampungan yang disebut mencapai 45.000 liter, pasokan bantuan diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan warga selama sekitar 10 hari ke depan.
Polda Sulut bersama Pemerintah Kota Manado juga menyampaikan bahwa penyaluran air bersih akan dilakukan secara berkala. Keberlanjutan distribusi diperlukan agar masyarakat tetap memperoleh pasokan selama kekeringan masih berlangsung.
Meski demikian, kepastian jadwal distribusi berikutnya dan mekanisme pemerataan pasokan di setiap wilayah menjadi hal penting untuk memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Harga Air Capai Rp50 Ribu per Galon, Beban Ekonomi Warga Jadi Sorotan
Selain menghadapi keterbatasan air, masyarakat kepulauan juga harus menanggung biaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebelum adanya bantuan tersebut, warga dilaporkan harus membeli air bersih yang didatangkan dari Manado dengan harga berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per galon.
Biaya tersebut menjadi beban tersendiri bagi rumah tangga, terlebih ketika kebutuhan air harus dipenuhi secara terus-menerus selama musim kemarau.
Penyaluran air bersih tanpa biaya diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran warga sekaligus memastikan kebutuhan konsumsi tetap terpenuhi.
Situasi ini juga memperlihatkan pentingnya penanganan kekeringan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan darurat, tetapi turut mempertimbangkan akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Kapolda dan Wali Kota Ajak Pengelola Resor Ikut Membantu Warga
Pulau-pulau di Kecamatan Bunaken Kepulauan dikenal sebagai bagian dari kawasan wisata bahari Manado yang menarik perhatian wisatawan, termasuk untuk kegiatan menyelam. Keberadaan resor dan usaha pariwisata di kawasan tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membantu masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Sulut bersama Wali Kota Manado mengajak para pengelola resor untuk turut berpartisipasi membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan air bersih.
“Kami bersama pemerintah daerah, Pak Walikota, mengajak dan menghimbau, mohon kepada pengelola resor juga ikut berpartisipasi di dalam membantu masyarakat di sini dalam hal apapun, sehingga sinergi ini menumbuhkan rasa saling memiliki,” pungkas Kapolda.
Ajakan tersebut menekankan pentingnya kepedulian bersama antara pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan masyarakat. Persoalan yang dihadapi warga kepulauan diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga mendorong keterlibatan berbagai pihak yang menjalankan aktivitas di kawasan tersebut.
Partisipasi pengelola resor dapat menjadi bentuk solidaritas sosial, khususnya ketika masyarakat di sekitar kawasan wisata menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Sinergi Pemerintah dan Kepolisian Diharapkan Berlanjut
Wali Kota Manado Andrei Angouw turut menyampaikan apresiasi atas sinergi bersama jajaran kepolisian dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah musim kemarau yang meningkatkan biaya pemenuhan kebutuhan air bersih.
Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua. Namun, keberlanjutan distribusi serta pemerataan pasokan tetap menjadi perhatian penting selama kekeringan belum berakhir.
Bagi masyarakat kepulauan, air bersih bukan sekadar kebutuhan pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar yang menentukan kelangsungan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, kerja sama antara pemerintah daerah, kepolisian, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus diperkuat, sehingga warga tidak harus terus menghadapi tingginya biaya untuk memperoleh air yang layak dikonsumsi.
(Red_FRT)
GardaRakyatNusantara.Online
Posting Komentar