BITUNG, GardaRakyatNusantara.Online – Pengabdian seorang anggota Polri tidak hanya tercermin dari tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga dari kepedulian, ketulusan, serta tindakan nyata dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial.
Nilai pengabdian tersebut tergambar dari kiprah AIPTU Soeyadi Duhe, S.Sos., personel Polres Bitung, yang selama ini dikenal aktif menjalankan tugas kepolisian sekaligus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di Kota Bitung.
Dedikasi tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, mulai dari institusi kepolisian, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, hingga institusi pendidikan. Sejumlah piagam penghargaan dan ucapan terima kasih yang diterimanya menjadi catatan atas kontribusi dalam berbagai kegiatan tersebut.
Berdasarkan dokumen penghargaan yang dihimpun, terdapat enam apresiasi yang diterima AIPTU Soeyadi Duhe sepanjang 2021 hingga 2026.
Pertama, penghargaan dari Kapolres Bitung pada 1 Juni 2025 atas kinerja dan dedikasi dalam membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bitung melalui pelaksanaan tugas kepolisian.
Kedua, penghargaan dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) pada 17 November 2021 sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kerja sama dan sinergitas dalam kegiatan peresmian DPC PPWI Kota Bitung serta Orientasi Jurnalistik.
Ketiga, penghargaan dari Rumah Lukaku Indonesia Foundation (RLI) pada 2025 atas partisipasinya dalam penyelenggaraan upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan sunatan massal, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Keempat, penghargaan dari Kapolres Bitung pada 5 September 2026 atas kepedulian sosial dalam membantu seorang anak dari keluarga kurang mampu yang terancam putus sekolah. Bantuan tersebut berupa pendampingan agar anak kembali melanjutkan pendidikan, penyediaan seragam sekolah lengkap, serta perlengkapan alat tulis.
Kelima, penghargaan dari Aliansi Pemuda Bitung Bersatu bersama mitra dan 40 organisasi kemasyarakatan pada 28 Oktober 2026. Apresiasi tersebut diberikan atas pengabdian, kontribusi terhadap pembinaan generasi muda, serta upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan di Kota Bitung.
Keenam, penghargaan dari STISIP Merdeka Manado pada 10 September 2026 atas dedikasi, partisipasi, dan kontribusi nyata sebagai alumni dalam berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi almamater dan masyarakat.
Bang Ais: Kepedulian Sosial Menjadi Wujud Nyata Pengabdian
Menanggapi berbagai penghargaan tersebut, Hais Eki, C.IJ., C.PW., C.ILJ., CPP., yang akrab disapa Bang Ais, menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada AIPTU Soeyadi Duhe, S.Sos.
Menurutnya, penghargaan yang diterima bukan sekadar simbol atau lembaran piagam, melainkan bentuk pengakuan atas kerja nyata, kepedulian, dan pengabdian yang manfaatnya dirasakan oleh berbagai elemen masyarakat.
"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada AIPTU Soeyadi Duhe, S.Sos.
Apa yang telah dilakukan merupakan contoh positif bahwa tugas seorang anggota Polri tidak hanya sebatas menjalankan fungsi penegakan hukum dan menjaga Kamtibmas, tetapi juga bagaimana membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aksi sosial dan kepedulian kemanusiaan," ungkap Bang Ais.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap kepedulian Soeyadi Duhe dalam membantu seorang anak dari keluarga kurang mampu agar tidak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
"Menurut saya, membantu seorang anak agar tidak putus sekolah merupakan tindakan yang sangat berarti.
Bantuan seragam, perlengkapan sekolah, dan dorongan untuk kembali mengenyam pendidikan mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi masa depan anak tersebut. Inilah bentuk kepedulian yang patut dicontoh," tambahnya.
Bang Ais berharap tindakan kemanusiaan yang dilakukan AIPTU Soeyadi Duhe dapat menjadi inspirasi bagi personel Polri lainnya, khususnya dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar penghargaan yang telah diterima tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, apresiasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengabdian, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Diketahui, Bang Ais merupakan Ketua Ormas Ikatan Ilmu Syariat Badan (IISBA) Sulawesi Utara, Pimpinan Umum/Redaksi 10 media online, Sekretaris PWOIN, Sekretaris LPM Wangurer Utara, serta bagian dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bintang Sembilan Nusantara (BSN) Kota Bitung.
Baginya, pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat merupakan sesuatu yang patut mendapatkan apresiasi.
Pengabdian Sejati Diukur dari Manfaat
Kiprah AIPTU Soeyadi Duhe menjadi gambaran bahwa peran seorang anggota Polri di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada tugas menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Kepedulian terhadap pendidikan, persoalan sosial, dan kegiatan kemanusiaan juga menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.
Penghargaan memang menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi seseorang. Namun, hal yang jauh lebih bermakna adalah ketika kehadirannya mampu memberikan manfaat, menumbuhkan harapan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sebab, pengabdian seorang insan Bhayangkara tidak semata-mata terlihat dari seragam dan pangkat yang dikenakan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikan bagi kehidupan masyarakat.
(FRT/Redaksi)
Posting Komentar