Garda Rakyat Nusantara.Online, Tagulandang – Direktur sekaligus pemilik PT Karya Murni Anugerah berinisial (ST) menyampaikan sanggahan tegas atas pemberitaan terkait proyek peningkatan jalan ruas Buhias–Simpang Minanga (SP Minanga) di Tagulandang yang bernilai hampir Rp 20 miliar.
ST menegaskan bahwa pihaknya selaku penyedia jasa telah melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dan ketentuan teknis yang berlaku. Ia mengaku heran dengan munculnya pemberitaan yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
“Saya juga bingung pak, yang bersangkutan sampai buat berita seperti itu. Semoga yang bersangkutan bisa mempertanggung jawabkan beritanya,” tegasnya.
Menurut ST, proyek yang dimaksud merupakan peningkatan jalan ruas Buhias–SP Minanga dengan panjang kurang lebih 8,7 kilometer. Ia memastikan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi dan ketentuan kerja, serta saat ini jalan tersebut sudah dapat difungsikan dan dinikmati masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya adalah Direktur PT Karya Murni Anugerah yang berkontrak langsung dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) selaku pemilik proyek.
“Saya direktur yang berkontrak langsung dengan BPJN. Pemilik proyek adalah BPJN, dan mereka berkontrak langsung dengan kami, PT Karya Murni Anugerah selaku penyedia jasa. Perusahaan ini milik saya, yang bekerja saya,” jelasnya.
Terkait isu yang menyebut adanya pihak lain yang disebut paling berperan dalam proyek tersebut, ST membantah dengan tegas. Ia menekankan bahwa seluruh pekerjaan berada di bawah tanggung jawabnya.
“Tidak benar sih pak kalau ada pihak lain yang paling berperan. Saya yang bekerja pak. Kalaupun keterlibatan pihak lain hanya membantu cari tukang, karena untuk saya sendiri tukang di lapangan sebanyak 120 orang pak dan semuanya orang lokal Tagulandang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proyek peningkatan jalan tersebut merupakan yang terpanjang di wilayah setempat.
“Di Tagulandang itu IJD paling panjang pak dibandingkan dengan IJD lainnya,” tambahnya.
Menanggapi adanya nama lain yang disebut-sebut dalam pemberitaan sebelumnya, ST kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan informasi seperti yang beredar.
Ia menyarankan agar pihak yang ingin mengetahui lebih lanjut dapat mengonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan.
“Kalau ada pertanyaan tentang keterlibatan pihak lain, mungkin ada baiknya langsung konfirmasi ke orangnya saja pak. Saya tidak pernah memberikan info seperti itu,” katanya.
Lebih lanjut, ST menyatakan tidak keberatan apabila dilakukan pemeriksaan guna memperjelas polemik yang berkembang. “Kami siap apabila ingin dilakukan pemeriksaan pak,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal LSM Kibar Nusantara Merdeka (Kibar NM), Yohanes Missah, menyampaikan bahwa setiap pihak memiliki hak untuk memberikan klarifikasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengawasan publik tetap harus berjalan secara objektif dan transparan.
“Kami menghargai klarifikasi dari pihak perusahaan. Namun jika memang ada polemik di tengah masyarakat, maka solusi terbaik adalah audit atau pemeriksaan terbuka agar semuanya terang - benderang,” ujar Yohanes.
Ia menambahkan bahwa proyek dengan nilai hampir Rp 20 miliar tentu menjadi perhatian publik karena menggunakan dana negara dalam jumlah besar. Keterbukaan informasi, menurutnya, menjadi hal yang mutlak.
“Dana negara yang digunakan bukan angka kecil. Maka wajar jika masyarakat ingin tahu apakah pelaksanaan sudah benar - benar sesuai spesifikasi. Jika memang sudah sesuai seperti yang disampaikan direktur, tentu pemeriksaan justru akan memperkuat posisi mereka,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, proyek peningkatan jalan Buhias–SP Minanga disebut telah selesai dikerjakan dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Polemik yang berkembang diharapkan dapat diselesaikan melalui mekanisme klarifikasi resmi serta pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.
Penulis: Team
Editor: Red

Posting Komentar