BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Hadapi Ancaman Kemarau Dan El Nino, Polres Bitung Bersama Forkopimda Perkuat Kesiapsiagaan Bencana



Garda Rakyat Nusantara.Online, Bitung – Mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memicu berbagai persoalan selama musim kemarau, jajaran Polres Bitung bersama Pemerintah Kota Bitung dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kesiapsiagaan melalui Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak Fenomena Alam El Nino.


Apel yang berlangsung di halaman Mapolres Bitung, Selasa (4/8/2026), dipimpin Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., didampingi Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kesiapan personel, sarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga gangguan terhadap ketersediaan air bersih.


Sejumlah unsur turut terlibat dalam apel tersebut, di antaranya Pemerintah Kota Bitung, TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran Pejabat Utama Polres Bitung serta unsur terkait lainnya.


Hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Bitung Erwin Widihantono, S.H., M.H., perwakilan Kodim 1310/Bitung, Pengadilan Negeri Bitung, TNI AL, BPBD Kota Bitung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta insan pers.


Dalam amanat Kapolda Sulawesi Utara yang dibacakan Wali Kota Bitung, disampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi El Nino perlu dilakukan sejak dini. Berdasarkan prediksi BMKG, adanya potensi penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Sulawesi Utara dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan, kekurangan air bersih, hingga memberikan dampak terhadap ketahanan pangan.


Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan dan koordinasi yang solid dari seluruh unsur. Karena itu, arahan Presiden Republik Indonesia agar pemerintah daerah dan seluruh stakeholder tidak bekerja secara sektoral kembali ditekankan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan maksimal ketika menghadapi ancaman bencana.


Usai apel, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E. mengingatkan masyarakat agar turut mengambil bagian dalam langkah pencegahan, khususnya terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.


"Kemungkinan musim kemarau akan berlangsung cukup panjang. Karena itu, kewaspadaan harus menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Kota Bitung telah memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait, memastikan kesiapan armada pemadam kebakaran, serta mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat hingga tingkat kecamatan. Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kita optimistis dapat meminimalkan dampak El Nino di Kota Bitung," ujar Wali Kota.


Di tempat yang sama, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H. memastikan Polres Bitung bersama instansi terkait telah mempersiapkan personel maupun sarana pendukung untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat.


"Apel ini menegaskan komitmen bersama seluruh stakeholder dalam memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat. Lebih dari seratus personel gabungan dari Pemerintah Kota, Polri, TNI dan unsur terkait telah disiagakan beserta kendaraan operasional dan peralatan pendukung. Apabila terdapat keterbatasan sarana pada salah satu instansi, maka instansi lainnya siap memberikan bantuan. 


Inilah wujud nyata sinergi dan kolaborasi dalam penanggulangan bencana. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin," tegas Kapolres.


Kesiapan tersebut kemudian diperiksa secara langsung melalui pengecekan kendaraan operasional dan peralatan pemadam kebakaran oleh unsur Forkopimda. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.


Polres Bitung bersama Pemerintah Kota Bitung dan seluruh unsur Forkopimda menegaskan bahwa upaya menghadapi dampak El Nino tidak hanya mengandalkan kesiapan aparat dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.


Melalui penguatan koordinasi, kesiapan personel dan peralatan, edukasi publik, serta pencegahan sejak dini, seluruh pihak berkomitmen menjaga keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan potensi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino di wilayah Kota Bitung.


Hs

Baca Juga

Post a Comment

أحدث أقدم
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
GARDA RAKYATNUSANTARA
Suara Kebenaran untuk Nusantara