Dari Kepedulian Menjadi Harapan, Aiptu Soeyadi Duhe Bantu Anak Putus Sekolah Kembali Menuntut Ilmu
BITUNG, GardaRakyatNusantara.Online — Kepedulian terhadap masa depan generasi muda kembali ditunjukkan oleh personel Polres Bitung. Aiptu Soeyadi Duhe, S.Sos., bersama istrinya mengambil langkah nyata membantu seorang anak yang sebelumnya mengalami putus sekolah agar dapat kembali memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.
Anak tersebut bernama Muhammad Cesar Fatli Warouw. Melihat kondisi Cesar yang tidak lagi bersekolah, Aiptu Soeyadi bersama istrinya tergerak untuk memberikan pendampingan dan membantu mempersiapkan berbagai kebutuhan agar Cesar dapat kembali melanjutkan pendidikan.
Bantuan tersebut tidak berhenti pada pemberian kebutuhan sekolah, tetapi dilakukan melalui sejumlah tahapan, termasuk membantu melengkapi dokumen administrasi yang menjadi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan.
Langkah awal dilakukan pada 31 Agustus 2026. Aiptu Soeyadi bersama istrinya membeli pakaian seragam sekolah untuk Cesar. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus motivasi agar Cesar kembali memiliki semangat untuk menuntut ilmu.
Perhatian terhadap pendidikan Cesar kemudian berlanjut pada 5 September 2026. Aiptu Soeyadi menemui ibu kandung Cesar yang diketahui telah berpisah dengan ayahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Aiptu Soeyadi berupaya memperoleh dokumen penting berupa Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga yang diperlukan untuk menunjang proses administrasi pendidikan Cesar.
Tidak hanya mengurus kelengkapan administrasi, Aiptu Soeyadi juga mendatangi SD Negeri 2 Bitung, sekolah asal Cesar, untuk melakukan pengecekan terhadap data serta status pendidikan anak tersebut.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses administrasi dan kepindahan pendidikan Cesar dapat berjalan dengan baik.
Setelah berbagai persyaratan dipersiapkan, Cesar kemudian didaftarkan untuk melanjutkan pendidikan di SD Negeri Cendekia Girian Weru.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Cesar kini kembali dapat bersekolah dan melanjutkan pendidikan yang sebelumnya sempat terhenti.
Apa yang dilakukan Aiptu Soeyadi bersama istrinya menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap pendidikan anak dapat dimulai dari tindakan sederhana, namun memberikan dampak yang besar.
Bukan sekadar memberikan seragam sekolah atau membantu mengurus dokumen, langkah tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dalam membuka kembali kesempatan bagi seorang anak untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya.
Atas dedikasi dan kepeduliannya terhadap anak yang mengalami putus sekolah, Aiptu Soeyadi Duhe, S.Sos., mendapatkan penghargaan dari Kapolres Bitung sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan langkah nyata yang telah dilakukannya.
Kisah tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa persoalan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Ketika kepedulian diwujudkan melalui tindakan, sebuah bantuan yang sederhana dapat menjadi pintu bagi hadirnya harapan baru.
Bagi Cesar, kembali mengenakan seragam dan melangkahkan kaki menuju sekolah bukan hanya tentang kembali duduk di bangku kelas. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi awal baru untuk belajar, tumbuh, mengejar cita-cita, dan menatap masa depan dengan harapan yang lebih baik.
(Red_FRT)
GardaRakyatNusantara.Online
إرسال تعليق