DAVAO CITY, FILIPINA — Keamanan kawasan perbatasan tidak hanya membutuhkan kesiapan di lapangan, tetapi juga koordinasi dan komunikasi yang kuat dengan para pemangku kepentingan lintas negara.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam kunjungan delegasi Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao City, Filipina, dalam rangka memperkuat koordinasi mengenai keamanan wilayah perbatasan, kawasan perairan, serta perlindungan warga negara Indonesia.
Kunjungan berlangsung selama tiga hari, 28–30 September 2026, dengan agenda utama mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang koordinasi yang lebih intensif dalam menghadapi berbagai potensi persoalan keamanan yang memiliki dimensi lintas batas.
Delegasi Polda Sulut dipimpin langsung Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso, S.H. Turut mendampingi Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., serta Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Sulut Kombes Pol Nonie J. Sengkey, S.P., M.Si.
Kehadiran jajaran Polda Sulut mendapat sambutan hangat dari jajaran pimpinan KJRI Republik Indonesia di Davao City.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Pertukaran cenderamata yang dilakukan pada awal kegiatan menjadi simbol hubungan baik sekaligus penghormatan antarlembaga yang terus dibangun.
Perkuat Koordinasi Keamanan Perbatasan
Dalam pembahasan, perhatian diarahkan pada sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban kawasan perbatasan.
Polda Sulut dan KJRI Davao City membahas pentingnya penguatan koordinasi serta pertukaran informasi mengenai perkembangan situasi keamanan di wilayah perbatasan dan perairan.
Koordinasi juga diarahkan pada langkah-langkah untuk mendukung keselamatan serta perlindungan warga negara Indonesia yang berada di Davao City dan wilayah sekitarnya.
Selain itu, kedua pihak membahas upaya pencegahan dan penanganan terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat melibatkan wilayah lintas batas.
Kerja sama antarlembaga tersebut juga diarahkan agar dapat berkembang dalam bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Bagi wilayah Sulawesi Utara yang memiliki kedekatan geografis dengan kawasan Filipina bagian selatan, komunikasi kelembagaan menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung koordinasi keamanan dan perlindungan masyarakat.
Amin Litarso: Kerja Sama Harus Terus Ditingkatkan
Dalam kesempatan tersebut, Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso, S.H., menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan jajaran KJRI Davao City.
Amin menegaskan harapan agar hubungan dan koordinasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat.
“Kami berharap kerja sama ini terus ditingkatkan demi keamanan, ketertiban, dan kemaslahatan bersama,” ujar Amin Litarso.
Pihak KJRI Davao City juga menyambut baik inisiatif Polda Sulut dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi tersebut.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pertukaran pandangan, makan bersama, serta dialog informal yang semakin mempererat hubungan dan komunikasi antarlembaga.
Bangun Fondasi Keamanan Bersama
Kunjungan Polda Sulut ke KJRI Davao City menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan kawasan perbatasan membutuhkan koordinasi yang tidak berhenti pada satu institusi atau satu wilayah saja.
Komunikasi antara aparat penegak hukum dan perwakilan diplomatik Indonesia di negara tetangga menjadi bagian dari upaya membangun mekanisme kerja sama yang lebih terarah, khususnya menyangkut keamanan perbatasan, kawasan perairan, serta perlindungan warga negara Indonesia.
Dengan hubungan kelembagaan yang semakin erat, koordinasi lintas negara diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan kawasan yang aman, tertib, damai, serta mendukung kepentingan masyarakat kedua wilayah.
(Red_FRT
GardaRakyatNusantara.Online | Redaksi
إرسال تعليق