BITUNG, GARDA RAKYAT NUSANTARA – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum. Membangun kedekatan, memperkuat komunikasi, serta menyerap aspirasi masyarakat juga menjadi bagian penting dari pelayanan kepolisian.
Pendekatan tersebut diwujudkan Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., melalui kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid At-Taubah, Kelurahan Manembo-nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini menjadi momentum bagi jajaran Polres Bitung untuk mempererat silaturahmi dengan umat sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.
Kapolres Bitung hadir didampingi Kasat Sabhara IPTU S.W. Sugianto, Kasi Humas AKP Abdul Natip Anggai, S.Sos., serta Kaurmintu Sat Intelkam AIPTU Sulaeman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Salat Jumat berjamaah yang dipimpin Imam Masjid At-Taubah, Ustad Sutarman. Sementara khotbah Jumat disampaikan Ustad Zupri, S.Pd.
Usai ibadah, Kapolres menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada jamaah. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun sinergi dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait demi terciptanya Kota Bitung yang aman dan kondusif.
Salah satu perhatian yang disampaikan adalah bahaya penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. Kapolres mengingatkan bahwa narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan, kehidupan keluarga, serta dapat menyeret penggunanya ke dalam persoalan hukum.
Selain itu, Kapolres turut mengingatkan masyarakat mengenai pelaksanaan Operasi Patuh Klabat Samrat 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Masyarakat diimbau menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan mematuhi peraturan, melengkapi dokumen dan kelengkapan kendaraan, menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.
Perhatian juga diarahkan pada penggunaan media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi ikut menyebarkannya tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman, provokasi, maupun informasi menyesatkan yang berpotensi mengganggu kerukunan dan stabilitas kamtibmas.
RUANG DIALOG DAN ASPIRASI MASYARAKAT
Tidak hanya menyampaikan imbauan, Kapolres juga membuka ruang komunikasi dengan para jamaah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, maupun keluhan masyarakat yang berkaitan dengan situasi keamanan dan pelayanan kepolisian.
Melalui dialog langsung seperti ini, kepolisian dapat mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Melalui Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai, disampaikan bahwa kegiatan Jumat Keliling merupakan salah satu upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat.
"Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat kepedulian, menjauhi narkoba, tertib berlalu lintas, serta bijak dalam menggunakan media sosial," ungkapnya.
Kapolres juga berharap masjid dan seluruh tempat ibadah dapat terus menjadi ruang yang mempererat persaudaraan, membangun kepedulian sosial, serta menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Jumat Keliling di Masjid At-Taubah tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum. Pendekatan persuasif, komunikasi terbuka, dan edukasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Dengan semakin terbukanya komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini melalui kepedulian dan kerja sama bersama.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi pesan utama dari kegiatan tersebut: menjaga Bitung tetap aman, damai, dan kondusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
(Red_FRT)
Posting Komentar