MANADO, GardaRakyatNusantara.Online — Penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan wilayah perairan dan mengoptimalkan potensi sumber daya maritim menjadi fokus pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Blue Policing: Strategi Pemberdayaan Sumber Daya Maritim” yang digelar Korpolairud Baharkam Polri, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh jajaran kepolisian perairan dan udara dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H.
Di Sulawesi Utara, kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Posko PBM Polda Sulut lantai 1, Manado, mulai pukul 09.00 WITA.
Sejumlah pemangku kepentingan turut mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, masyarakat pemerhati lingkungan maritim, serta pejabat dan personel Ditpolairud Polda Sulut.
FGD Dipimpin Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri
FGD dipimpin langsung oleh Direktur Kepolisian Perairan Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Pol. I Made Sukawijaya, S.I.K., M.Si.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menyelaraskan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah perairan dengan visi ekonomi biru (Blue Economy) nasional, yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Forum ini bukan sekadar membahas penindakan hukum, melainkan bagaimana potensi kekayaan laut dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat tanpa merusak alam,” ujar Brigjen Pol. I Made Sukawijaya, sebagaimana tercantum dalam bahan keterangan kegiatan.
Pembahasan tersebut menegaskan bahwa pengamanan wilayah perairan tidak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap pelanggaran hukum, tetapi juga mencakup upaya menjaga ekosistem laut dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
Tiga Fokus Pembahasan Blue Policing
Dalam forum tersebut, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian, yakni perlindungan sumber daya laut, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta keamanan navigasi dan pelayaran.
Perlindungan sumber daya laut diarahkan pada upaya mencegah eksploitasi ilegal, termasuk penangkapan ikan tanpa izin dan aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem terumbu karang.
Sementara itu, pemberdayaan masyarakat pesisir menitikberatkan pada peningkatan kesadaran hukum serta pelibatan nelayan dan warga pesisir sebagai mitra dalam menjaga keamanan wilayah perairan.
Adapun aspek keamanan navigasi dan pelayaran bertujuan mendukung terciptanya aktivitas di laut yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh pengguna perairan.
Ketiga fokus tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat peran kepolisian perairan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya maritim secara berkelanjutan.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Perhatian
Selain membahas aspek pengamanan, FGD juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi teknis, TNI Angkatan Laut, dan komunitas pesisir.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat edukasi keselamatan pelayaran, pembinaan hukum, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam membantu menjaga keamanan wilayah laut.
Pendekatan Blue Policing juga diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi berbasis kelautan, seperti perikanan, budidaya, dan pariwisata bahari, agar berkembang dengan memperhatikan aspek keamanan serta kelestarian lingkungan.
Melalui diskusi kelompok terarah, para praktisi dan pemangku kepentingan diharapkan dapat bertukar pandangan, mengidentifikasi kerentanan wilayah, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan pengamanan dan pengelolaan sumber daya maritim.
Keikutsertaan Dirpolairud Polda Sulut dalam kegiatan ini menjadi bagian dari partisipasi jajaran kepolisian perairan dalam pembahasan strategi penguatan keamanan maritim dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Dengan mengedepankan sinergi lintas sektor, perlindungan sumber daya laut, dan keterlibatan masyarakat, konsep Blue Policing diarahkan untuk memperkuat keamanan perairan sekaligus mendukung pembangunan maritim yang berkelanjutan.
(Red_FRT)
GardaRakyatNusantara.Online — Tegas Mengawal Fakta, Berimbang Menyuarakan Kepentingan Publik.
Posting Komentar