BREAKING NEWS
Isu Sertifikasi Damkar Berbayar Dipastikan Tidak Benar | Ratusan Taruna Akpol Turun ke Aceh Tamiang, Polri Dorong Akselerasi Pemulihan Pascabencana | Waketum LAHAM RI Akram Pasau dan Ketua DPW Gorontalo Janes Komenaung Minta DPD Tidak Mendukung Perusahaan | Patroli Pantera Presisi Polres Bitung Hadir di Tengah Masyarakat, Jaga Kota Tetap Aman dan Nyaman | Polsek Singkil Klarifikasi Pengaduan Warga yang Viral di Media Sosial

Indonesia Perkuat Diplomasi Hak Cipta Global, Menkum Supratman Dorong Reformasi Tata Kelola Royalti Musik Dan Jurnalistik Di Forum WIPO



Garda Rakyat Nusantara.Online,Jenewa – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Hukum terus memperkuat peran dan posisi Indonesia dalam diplomasi ekonomi kreatif di tingkat global. Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas saat menghadiri General Assembly World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa, Swiss. Senin ( 6/7/2026 ).


Dalam Dialog Tingkat Menteri yang dihadiri perwakilan dari 194 negara anggota WIPO, Menkum Supratman kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong pembenahan tata kelola royalti yang lebih adil, transparan, dan akuntabel di tingkat internasional.


Ia menjelaskan bahwa proposal Indonesia mengenai tata kelola royalti telah mulai dibahas sejak Desember 2025 dalam Sidang Standing Committee on Copyright (SCCR). Usulan tersebut berfokus pada penguatan ekosistem hak cipta melalui tiga prinsip utama, yakni transparansi, akuntabilitas, dan interoperabilitas, sehingga mampu mendukung berkembangnya ekonomi digital sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku industri kreatif.


“Berpijak pada landasan ini, Indonesia juga mengajak Negara-negara Anggota WIPO untuk bersama-sama merefleksikan dimensi-dimensi baru dari diskursus yang sama: selain musik ada keberlanjutan karya jurnalistik dan implikasi kecerdasan buatan (AI) terhadap atribusi serta remunerasi.


Indonesia juga menyambut baik proses konsultasi yang tengah berlangsung di UNESCO atas rancangan Guidance on Fair Compensation for News, yang kami pandang bersifat komplementer dan saling memperkuat dengan dialog berbasis hak cipta yang kami dorong di WIPO. Inisiatif ini merupakan perwujudan langsung dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai inti dari kemandirian nasional kita,” ungkapnya dalam Dialog Tingkat Menteri di Jenewa.


Sebagai tindak lanjut dari inisiatif tersebut, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Global Forum on Cross-Border Copyright Royalty Governance yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada Oktober 2026. Forum internasional tersebut akan mempertemukan negara-negara anggota WIPO untuk memperkuat kerja sama dan menyusun langkah konkret dalam mewujudkan sistem tata kelola royalti lintas negara yang lebih efektif.


Sebelum mengikuti Dialog Tingkat Menteri, Menkum Supratman Andi Agtas juga menggelar pertemuan tertutup dengan Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang. Dalam pertemuan tersebut, Daren Tang menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif yang digagas Indonesia serta mendorong agar komunikasi dan kolaborasi terus diperluas bersama seluruh 194 negara anggota WIPO.


Pembahasan lanjutan mengenai berbagai poin strategis tata kelola royalti yang diusulkan Indonesia dijadwalkan kembali menjadi agenda dalam Sidang SCCR ke-49 yang akan diselenggarakan pada Desember 2026.


Hs

Baca Juga

Post a Comment

أحدث أقدم
);
f t P
GULIR UNTUK MELANJUTAKAN MELIHAT BERITA
GARDA RAKYATNUSANTARA
Suara Kebenaran untuk Nusantara