Kehadiran keduanya dalam balutan pakaian adat menjadi bagian dari pesan penghormatan terhadap keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat Kota Bitung. Momentum peringatan hari jadi daerah ini sekaligus dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan merawat kebersamaan di tengah perbedaan.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dipimpin Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., selaku inspektur upacara. Sementara itu, Komandan Upacara dipercayakan kepada Camat Lembeh Selatan Raples Paulus Masoara, S.E.
Dalam keterangannya, Kapolres Arie menegaskan bahwa peringatan HUT Kota Bitung tidak semata-mata menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang aman, damai, dan harmonis.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, saling menghargai, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah ini,” ujar Kapolres, sebagaimana dikutip dari keterangan Humas Polres Bitung.
Menurutnya, perbedaan suku, latar belakang, maupun asal daerah tidak seharusnya menjadi penghalang dalam membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman perlu dirawat sebagai kekuatan sosial untuk mendorong kemajuan Kota Bitung.
Ia juga menekankan bahwa terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga dinilai penting untuk menjaga stabilitas serta memperkuat kehidupan bermasyarakat.
Kapolres Tekankan Kolaborasi dan Dialog
Usai pelaksanaan upacara, Kapolres Bitung bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersalaman dan berbaur dalam suasana keakraban. Momen tersebut mencerminkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan sekaligus menjaga situasi keamanan daerah.
Kapolres menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan bukan hanya berada di pundak aparat kepolisian. Partisipasi masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan kondusif.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan dan kedamaian akan terwujud apabila kita saling mendukung, menjaga kerukunan, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin serta mengedepankan dialog,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menekankan pentingnya pendekatan yang mengedepankan komunikasi, penghormatan terhadap perbedaan, dan penyelesaian persoalan secara bijaksana.
Kapolres juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum HUT ke-36 Kota Bitung untuk meningkatkan semangat gotong royong, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
“Jangan biarkan perbedaan memecah persaudaraan. Dengan semangat toleransi, gotong royong, dan sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah serta masyarakat, kita dapat terus menjaga Bitung sebagai kota yang aman, damai, dan sejahtera bagi semua,” pungkas AKBP Arie.
Komitmen Menjaga Kamtibmas
Melalui peringatan hari jadi Kota Bitung tersebut, Polres Bitung menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang profesional dan humanis kepada masyarakat, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Semangat persatuan yang digaungkan dalam peringatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian sosial, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Bagi Kota Bitung yang tumbuh dalam keberagaman, persaudaraan dan toleransi menjadi modal penting untuk menjaga kehidupan yang damai serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
(Red_FRT)
GardaRakyatNusantara.Online — Mengawal Fakta, Menyuarakan Kepentingan Publik.
إرسال تعليق